Menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 abad tentu membuat Belanda memiliki pengaruh yang cukup kuat di Indonesia. Tidak hanya di bidang politik saja, namun juga di bidang budayanya, termasuk makanan.
Tahukah kamu ternyata ada beberapa makanan Indonesia yang merupakan warisan zaman penjajahan Belanda. Apa saja makanan-makanan tersebut?
Semur
Semur merupakan salah satu makanan hasil akulturasi dari zaman penjajahan Belanda. Menurut The Javanese, semur sendiri berasal dari bahasa belanda smoor yang memiliki arti rebusan daging yang dicampur dengan tomat dan bawang. Indonesia kemudian mengembangkan makanan ini dengan bahan dasar yang lebih variatif.
Lapis Legit
Lapis legit merupakan kue yang seringnya diberi sebutan Spekkoek pada masa penjajahan Belanda. Spekkoek ini selalu ada dalam rijsttafel yaitu jamuan khas kolonial Belanda. Kue ini juga umumnya memiliki warna kuning dan coklat serta berbahan dasar tepung dan telur.
Kue Cubit
Yep, kue cubit yang sempat populer beberapa waktu lalu ternyata merupakan warisan Belanda. Kue ini diadaptasi dari kue belanda bernama poffertjes. Baik kue cubit maupun poffertjes memiliki bahan serta cara pembuatan yang hampir sama.
Selat Solo
Selat Solo merupakan adaptasi dari bistik khas Eropa yang seringnya dihidangkan untuk kaum ningrat Keraton Solo. Jika bistik Belanda cenderung berkaldu dan lebih kental, selat Solo justru memiliki kuah yang lebih encer dan divariasikan dengan rempah-rempah lokal.
Perkedel
Perkedel sendiri memiliki bahan yang hampir mirip dengan frikadeller. Keduanya berbahan dasar kentang dan daging serta diolah dengan cara digoreng. Kini, perkedel memiliki berbagai macam variasi mulai dari perkedel berbahan dasar ikan, tahu hingga jagung.